CV sudah disebar kemana-mana, sering dipanggil buat interview, tapi kok pekerjaan gak kunjung didapat?
Nah, buat Anda yang sudah bosan menjadi pengangguran, daripada meratapi nasib karena belum juga dapat pekerjaan, yuk cek dulu penyebabnya.

  1. Kurang Networking

Tidak ada salahnya buat rajin-rajin berkumpul bersama teman atau keluarga. Jangan melulu ngobrol ngalor ngidul, tapi juga kumpulkan informasi perusahaan tempat mereka bekerja. Siapa tahu ada lowongan yang mungkin menarik buat kita. Cari tahu juga triknya agar lolos interview, apa yang perusahaan suka dari karyawannya, dan informasi penting lainnya.

  1. Kurang Informasi

Cari tahu sejarah perusahaan, ideologinya, jenis usahanya, hingga anak perusahaannya. Nah, jadi ketika ditanya oleh interviewer “Apa yang Anda tahu mengenai perusahaan kami?” kita tidak hanya bengong atau menjawab hanya sepotong. Jawaban yang siap akan menunjukkan bahwa kita punya ketertarikan yang besar akan perusahaan, dan menunjukkan niat yang sungguh-sungguh untuk bekerja. 

  1. Kurang Latihan

Ingat kembali apa aja yang kita katakan ketika menjawab pertanyaan interviewer. Jangan-jangan ada yang kurang pas atau jawabannya tidak seperti yang diharapkan. Kuncinya cuma satu, latihan. Minta bantuan beberapa teman anda dan minta mereka untuk menilai jawaban.  

  1. Kurang Spesifik

Pengalaman sih banyak, tapi tidak harus disebutkan semuanya di CV agar terlihat penuh. Sebaiknya, kita fokus dan spesifik pada pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan yang kita lamar untuk ditulis di dalam CV. Tidak mau kan kalau si interviewer belum apa-apa sudah bosan membaca CV kita karena terlalu panjang dan bertele-tele? 

  1. Tidak Jujur

Di dalam CV biasanya kita berpromosi habis-habisan tentang keahlian atau pengalaman yang kita miliki. Bahkan, saking semangatnya terkadang kita jadi melebih-lebihkan informasi. Bahayanya ketika apa yang rekruter lihat pada saat interview ternyata berbeda dengan apa yang anda promosikan di CV, alias kelihatan bohongnya.  

  1. Tidak Memperhatikan Ucapan

Memperhatikan kata-kata saat menulis surat lamaran, satu kata yang rancu bisa menimbulkan persepsi yang berbeda loh! Apalagi ketika interview, kata-kata yang kita ucapkan menggambarkan bagaimana kepribadian dan pengetahuan kita. Jangan sampai karena keasyikan bercerita malah jadi keterusan curhat, apalagi jika perusahaan terdahulu yang menjadi bahan curhatan kita. 

  1. Negatif di Dunia Maya

Akibat perkembangan jaman, kita kadang jadi memindahkan isi diary ke jejaring sosial. Apa yang kita posting, bisa dilihat semua orang, termasuk para rekruiter. Jangan sampai ketika dia mencari kita di search engine, yang keluar hanya umbaran kekesalan dan komplain. Yuk coba hilangkan status, foto, video, dan postingan kita berpotensi merusak image positif yang coba kita ‘jual’ ke perusahaan. 

  1. Tidak Sesuai Kemampuan

Ketika melamar sebaiknya sesuaikan antara background pendidikan dengan posisi pekerjaan yang ingin kita dapatkan. Kalau memang mau nekat dengan melamar posisi yang jauh berbeda dengan pendidikan kita, tidak masalah. Tapi ada baiknya kalau kita sertai dengan kursus singkat sebelum melamar. Sertifikat yang kita sertakan akan sangat membantu untuk dipertimbangkan. 

  1. Terlalu Irit Atau Bertele-tele

Ketika wawancara, usahakan agar jawaban kita tidak irit dengan hanya menjawab “Iya, Bu” atau “Tidak, Pak”. Jawaban seperti ini hanya menyiratkan bahwa kita tidak terlihat antusias untuk bekerja di perusahaan mereka. Namun bukan berarti kita harus menjawab bertele-tele. Jawablah pertanyaan interviewer dengan jawaban smart yang kita persiapkan terlebih dahulu. 

  1. Gaji Tidak Cocok

Terkadang memang serba salah ketika kita harus menjawab “Berapa gaji yang Anda minta?”. Nominal yang terlalu kecil bisa mencerminkan kita kurang menghargai kemampuan, sedangkan nominal yang terlalu besar membuat kita ditolak karena mereka menganggap kemampuan kita tidak sebanding dengan besarnya gaji yang kita minta. Survei kisaran gaji itu penting dilakukan sebelum interview loh.

 

Sumber : rimanews.com

 

Open chat
1
Hai, psikotez.com, saya mau tanya ....