Contoh Soal Psikotes dan Pembahasannya [Terlengkap]

Contoh Soal Psikotes 1

Coba : TryOut CPNS dan Psikotes Unlimited

Definisi Psikotes 

Apakah Anda sering mengerjakan contoh soal psikotes? Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, maupun evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

Coba : Simulasi CPNS dan Psikotes Gratis

Tujuan Psikotes

Tujuan dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan seseorang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, seperti kemampuan inteligensia dan kepribadian. Dalam sebuah proses rekrutmen kerja, psikotes dilakukan untuk mengetahui tingkat kecerdasan dan kepribadian seorang kandidat serta untuk mengetahui kesesuaian potensi dan kepribadiannya dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Psikotes berbeda dengan Tes Potensi Akademik (TPA). Psikotes secara umum lebih menilai kepribadian peserta tes, sedangkan TPA mengukur kemampuan dan bakat akademis seseorang yang diperoleh selama seseorang tersebut menempuh pendidikan formal.

Durasi Psikotes

Umumnya, waktu pelaksanaan psikotes dilaksanakan lebih dari enam jam, bahkan ada yang dilaksanakan seharian penuh. Hal ini karena psikotes mengukur kepribadian melalui uji ketahanan berpikir, uji konsentrasi, dan uji konsistensi.

Materi Psikotes

Tes yang diujikan dalam psikotes adalah tes kecerdasan dasar dan tes kepribadian. Secara lengkap, tes yang diujikan dalam psikotes meliputi, berikut ini.

  1. Tes Kecerdasan Verbal
  2. Tes Kecerdasan Numerik
  3. Tes Penalaran dan Intelektual
  4. Tes Gambar dan Kepribadian

Tips dan Trik Sebelum Psikotes Berlangsung

  1. Berlatih, berlatih, dan berlatih! Itu adalah kunci untuk mempersiapkan kemampuan inteligensia dalam psikotes. Berlatih yang dimaksud di sini adalah berlatih mengenali tipe soal dengan cara mengerjakan soal-soal latihan.
  2. Olahraga secara rutin setiap hari baik untuk menjaga kondisi tubuh.
  3. Beristirahat dengan cukup pada malam sebelum tes juga akan membantu menjadikan tubuh bugar pada hari pelaksanaan tes.
  4. Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa Anda telah memiliki seluruh modal untuk menghadapi psikotes dan pasti akan lolos dengan baik.

Psikotes online

Tips dan Trik Pada Saat Psikotes

Langkah-langkah di bawah ini dapat Anda lakukan untuk memberikan ketenangan saat melaksanakan psikotes.

  1. Berdoa sebelum mengerjakan soal.
  2. Buat diri Anda tenang dan rileks sebelum mengerjakan soal.
  3. Saat pelaksanaan les. kerjakan soal demi soal dan lalui tahap demi lahap tes dengan tenang.
  4. Jangan pernah memikirkan tahap tes berikutnya. Hal itu justru akan membuat Anda tidak fokus dengan lahap les yang sedang Anda hadapi.

Saat mulai gugup atau tidak tenang, cobalah untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Ambil napas panjang melalui hidung, kemudian embuskan pelan melalui mulut. Lakukan tiga hingga lima kali untuk mengembalikan ketenangan Anda.

Baca Juga : Mengenal Tahapan Seleksi Kerja

Contoh Soal Psikotes dan Jawabannya

 1. Tes Kemampuan Verbal

Hal yang sangat penting dan harus dikuasai untuk sukses melewati ujian ini adalah memiliki khasanah kata yang banyak. Oleh sebab itu, sebelum mengikuti tes kemampuan verbal, Anda diwajibkan untuk banyak membaca segala jenis bacaan seperti koran, buku, artikel, majalah, maupun bacaan lainnya. Selain itu, Anda juga dapat berlatih dengan cara mengisi teka-teki silang. Untuk mengetahui pola-pola soal yang akan diujikan nanti, Anda perlu berlatih soal-soal yang berkaitan, agar nantinya Anda sudah terbiasa dengan pola soal yang akan diujikan.

Tes kemampuan verbal terbagi lagi menjadi beberapa subtes, meliputi Tes Sinonim (padanan kata), Tes Antonim (lawan kata), Tes Analogi (padanan hubungan kata), dan Tes Pemahaman Wacana. Tes-tes tersebut bertujuan untuk mengukur penguasaan khasanah kata, kemampuan seseorang dalam memahami dan mengartikan kata, serta memahami konteks wacana. Lebih lanjut, tes-tes tersebut akan dijelaskan secara lebih detail sebagai berikut.

1.1 Contoh Soal Psikotes Sinonim (Persamaan Kata)

Tes ini digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan akan hal-hal yang hampir sama atau mirip, mengukur wawasan peserta dan pengetahuan peserta akan kata-kata yang hampir mirip dengan opsi yang sudah disediakan pada masing-masing soal. Dalam dunia kerja, hal ini penting guna mengukur tingkat keefektifan seseorang dalam menghadapi masalah dengan tipe yang sama atau mirip dengan permasalahan yang pernah dihadapinya sebelumnya.

Sinonim merupakan bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain. Sinonim dapat diartikan persamaan makna antara dua kata, bukan katanya yang sama melainkan pengertiannya yang sama. Sinonim disebut juga dengan padanan kata. Dalam tes sinonim, peserta diminta untuk mencari kata yang memiliki makna atau pengertian yang sama atau paling mirip dengan kata yang terdapat dalam soal.

#1 ORDINASI = …

  1. Hak
  2. Sanksi
  3. Peraturan
  4. Pelanggaran
  5. Otonomi

Jawaban : 3. Peraturan

Pembahasan :

Ordinasi dapat diartikan sebagai peraturan atau ketentuan. Dalam konteks lain, ordinasi berarti pentahbisan menjadi pendeta.

#2 BONAFIDE = …

  1. Krediblitas
  2. Keunggulan
  3. Keuntungan
  4. Kelebihan
  5. Kekurangan

Jawaban : 1. Kredibilitas

Pembahasan :

Bonafide artinya terpercaya, kredibel, meyakinkan, dapat diandalkan.

#3 NANAR

  1. Bingung
  2. Malu
  3. Marah
  4. Sedih
  5. Putus asa

Jawaban : 1. Bingung

Pembahasan :

Nanar sama artinya dengan berasa pusing; agak hilang akal; garang; tercengang-cengang.

Coba : Try Out CPNS Terlengkap Gratis

1.2 Contoh Soal Psikotes Antonim (Lawan Kata)

Antonim yaitu kata yang memiliki makna berlawanan dari kata lainnya. Dalam Tes Antonim atau lawan kata, peserta diharuskan mencari kata yang merupakan jawaban lawan kata pada soal. Dalam menyelesaikan soal antonim ini, peseta diwajibkan memiliki konsentrasi penuh. Peserta harus memilih jawaban yang benar dari opsi yang sudah disediakan. Peserta sering kali terkecoh dengan sinonim yang juga disertakan dalam opsi soal.

Lebih jauh, Tes Antonim ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat ketelitian dan kemampuan analisis peserta tes. Ketelitian dan kemampuan analisis sangat diperlukan dalam dunia akademik, sebagai penentu apakah berkecimpung di dunia pendidikan sesuai atau tidak untuk karir seseorang. Adapun dalam dunia kerja, ketelitian dan kemampuan analisis sangat diperlukan untuk dapat menganalisis permasalahan yang mungkin terjadi sehingga solusi bisa segera di dapat, dan kinerja perusahaan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

#1 UFUK ><

  1. Berbatas
  2. Tidak terbatas
  3. Senja
  4. Hamparan
  5. Luas

Jawaban : 1. Berbatas

Pembahasan :

Ufuk artinya cakrawala, horizon, kaki langit, tepi langit, tidak berbatas, tidak ada batasannya. Ufuk mempunyai antonim Berbatas.

#2 NISTA ><

  1. Cela
  2. Hina
  3. Baik
  4. Agung
  5. Menarik

Jawaban : 4. Agung

Pembahasan :

Nista artinya noda, aib, cacat, cela, keburukan, kejelekan mempunyai lawan kata Agung yang artinya Akbar, besar, gadang, gede, hebat, istimewa, penting, terhormat, termasyhur.

#3 MUSKIL ><

  1. Elusif
  2. Pelik
  3. Rumit
  4. Sukar
  5. Probabilitas

Jawaban : 5. Probabilitas

Pembahasan :

Muskil artinya elusif, pelik, rumit, sukar, mustahil mempunyai antonim Probabilitas yang artinya Peluang, kemungkinan

Coba : Tryout Soal Antonim

1.3 Contoh Soal Psikotes Analogi (Padanan Hubungan Kata)

Tes Analogi aadalah salah satu tes yang diujikan dalam tes kemampuan verbal. Tes Analogi bertujuan untuk menguji kemampuan seseorang mengidentifikasi sebuah hubungan padanan kata. Tes Analogi ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengetahui daya nalar atau kemampuan seseorang berpikir secara logis melalui bahasa verbal.

Dalam tes ini peserta diminta untuk menemukan padanan yang setara dari kata-kata yang saling berhubungan. Penguasaan perbendaharaan kata yang memadahi serta bagaimana peserta dapat menggunakan kemampuan berpikir secara logis adalah kunci sukses menghadapi tes ini. Berikut contoh pola perbandingan kata :

#1 LELAH : ISTIRAHAT = …:…

  1. Panas: Berteduh
  2. Haus: Air
  3. Garam : Asin
  4. Makan : Nasi
  5. Hotel: Tidur

Jawaban : 1. Panas : Berteduh

Pembahasan :

Untuk mengetahui padanan kata yang tepat, Anda dapat merangkai padanan hubungan kata pada ruas kiri dan ruas kanan menjadi sebuah kalimat. Hubungan padanan kata pada ruas kanan merupakan hubungan sebab akibat. Sebab kita lelah maka kita ingin istirahat. Demikian halnya, sebab kita merasakan panas maka kita ingin berteduh. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah Panas : Berteduh.

#2 AROMA : HIDUNG = SUARA : …

  1. Mulut
  2. Telinga
  3. Hidung
  4. Hati
  5. Kalbu

Jawaban : 2. Telinga

Pembahasan :

Untuk mengetahui padanan kata yang tepat, Anda dapat merangkai padanan hubungan kata pada ruas kiri dan ruas kanan menjadi sebuah kalimat. Aroma dapat dicium oleh indra penciuman, yaitu hidung. Sedangkan, suara dapat didengar oleh indra pendengaran, yaitu telinga. Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah Telinga.

#3 MAHASISWA : KAMPUS : DOSEN = SISWA : … …

  1. Perpustakaan : Buku
  2. Rumah Sakit: Berobat
  3. Sekolah : Guru
  4. Apotek : Obat
  5. Sekolah : Belajar

Jawaban : 3. Sekolah : Guru

Pembahasan :

Untuk mengetahui padanan kata yang tepat, Anda dapat merangkaikan hubungan padanan kata pada ruas kanan dengan ruas kiri. Pada ruas kanan, terdapat hubungan padanan kata berupa kata benda : kata benda : kata benda. Maka, pada ruas kiri juga seharusnya berupa padanan dari tiga kata benda. Mahasiswa pergi ke kampus untuk belajar, adapun pengajarnya adalah seorang dosen. Sedangkan, siswa pergi ke sekolah untuk belajar, dan pengajarnya adalah seorang guru.

Coba : TryOut Soal Hubungan Kata

1.4 Contoh Soal Psikotes Pemahaman Wacana (Reading Comprehension Test)

Tes ini bukan tes membaca cepat, tetapi membaca sebagian teks. Biasanya 5-6 paragraf dengan 500-600 kata, terlalu pendek untuk tes membaca cepat tetapi juga terlalu panjang untuk dibaca dan diartikan kata per kata. Dalam mengerjakan tes ini, diperlukan pemahaman bacaan secara mendalam. Lebih baik lagi bila mengerti materi yang diperbincangkan. Materi dalam tes ini di antaranya adalah ilmu sosial (sejarah, sosiologi, arkeologi, ekonomi, psikologi, dll.); ilmu pengetahuan alam (fisika, kimia, astronomi); biologi (kedokteran, botani, zoologi, dll.); ilmu humaniora (seni, sastra, filsafat, musik, dll.).

Tes pemahaman wacana bisa mengenai apa saja. Anda akan mudah mengerjakan bila topik yang ditulis atau diujikan adalah topik yang Anda kuasai atau mengenai hal-hal di dekat Anda, tetapi akan kesulitan bila topiknya asing. Pada umumnya jawaban dari tes terdapat pada tulisan itu sendiri. Tidak perlu risau apa yang ditulis oleh penulis itu benar atau salah, karena maksud dan tulisan itu bukanlah menguji ilmu atau pengetahuan Anda terhadap subjek itu.

Contoh Soal :

WACANA I

Tanaman insulin menjadi trend pengobatan diabetes melitus secara alami di Indonesia. Selain berkembangnya kesadaran masyarakat untuk mengobati penyakit secara herbal (back to nature), khasiat daun ini dalam membantu mengontrol gula darah penderita diabetes juga membuat daun ini makin terkenal. Daun Insulin memiliki nama latin Smallanthus sonchifolius atau sinonimnya yaitu Polymnia edulis, R sonchifolia.

Daun insulin dikenal juga dengan nama daun yakon merupakan tanaman tahunan tradisional yang tumbuh di Andes Utara dan Tengah dari Kolumbia ke Argentina Utara. Secara tradisional, akar yakon ditanam oleh petani di Midelevations di lereng timur Andes turun menuju Amazon. Ciri-ciri tanamannya memiliki sedikit manis, resin, dan bunga (mirip dengan violet), mungkin karena adanya inulin, yang menghasilkan rasa manis dari akar dari Elecampane, juga rimpang berkembang hanya di bawah permukaan tanah dan terus menghasilkan tunas antena.

Umbi mengandung fructooligosac-charide, suatu polisakarida dicerna terdiri dari fruktosa. Fructooligosacc-harides memiliki rasa manis dan memiliki efek prebiotik. Tanaman yakon dapat tumbuh lebih dari 2 meter dan menghasilkan bunga kuning mencolok pada akhir musim tanam. Walaupun bukan tanaman asli Indonesia namun tanaman ini sudah banyak di budidayakan di Indonesia. Kesamaan Iklim membuat tanaman yakon ini tumbuh subur di Indonesia.

Menurut pakar penelitian tanaman yakon, Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers, mengungkapkan Yakon kandungan fruktosanya 35% free dan ; 25% terikat. Menurut Dr. Sri Widowati peneliti Balai Besar Penelitian dan  Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor, Yakon kaya dengan insulin di mana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat difermentasi oleh usus besar.

Keadaan inilah yang mencegah penderita diabetes dari hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dan karenanya dengan konsumsi yakon tak mungkin meningkatkan kadar gula dalam darah. Maka dari itu yakon digunakan untuk penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darahnya.

(Sumber: Mengenal Daun    Insulin, (http://dauninsulinherbal.blogspot.co.id, 9 Oktober 2015)

#1 Topik wacana di atas adalah ….

  1. Tanaman insulin menjadi trend pengobatan diabetes melitus secara alami.
  2. Fungsi tanaman insulin sebagai pengobatan alami.
  3. Kandungan tanaman insulin.
  4. Diabetes dapat diobati dengan daun yakon.
  5. Daun yakon merupakan sebutan lain untuk daun insulin.

Jawaban : 1

Pembahasan

Topik wacana di atas adalah tanaman insulin menjadi trend pengobatan diabetes melitus secara alami. Informasi ini terdapat pada paragraf pertama.

#2 Umbi mengandung fructooligosac-charide, suatu polisakarida dicerna terdiri dari fruktosa. Apa yang dimaksud dengan polisakarida?

  1. Zat pemanis buatan
  2. Karbohidrat yang dibentuk oleh penggabungan molekul mona-sakarida yang banyak
  3. Pemanis alami
  4. Karbohidrat yang datangnya dari umbi-umbian
  5. Zat yang terkandung dalam karbohidrat yang sangat banyak

Jawaban : 2

Pembahasan

Polisakarida adalah Karbohidrat yang dibentuk oleh penggabungan molekul monasakarida yang banyak.

#3 Apakah ide pokok kalimat yang terdapat pada paragraf dua?

  1. Daun Insulin memiliki nama latin Smallanthus sonchifolius atau sinonimnya yaitu Polymnia edulis, P. sonchifolia.
  2. Akar yakon ditanam oleh petani di Midelevations di lereng timur Andes.
  3. Daun insulin berkembang hanya di bawah permukaan tanah dan terus menghasilkan tunas antena.
  4. Daun insulin merupakan tanaman tahunan tradisional yang tumbuh di Andes utara dan tengah dari Kolumbia ke Argentina utara.
  5. Daun insulin disebut dengan daun yakon.

Jawaban : 4

Pembahasan

Ide pokok pada paragraf nomor dua terdapat pada kaliamat daun insulin merupakan tanaman tahunan tradisional yang tumbuh di Andes utara dan tengah dari Kolumbia ke Argentina utara.

#4 Yakon kandungan fruktosanya 35% free dan 25% terikat. Yakon kaya dengan insulin dimana unit-unitnya mengandung gula-gula fruktosa yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan tetapi dapat di fermentasi oleh usus besar.

Pernyataan di atas merupakan pernyataan dari…

  1. Michael Darwin dari Sorbone University.
  2. Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers.
  3. Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor).
  4. Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers dan Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor).
  5. Michael Hermann san Dr. Sri As-tuti (peneliti Balai Besar Peneliti an dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor).

Jawaban 4

Pembahasan

Pernyataan di atas adalah pernyataan dari Michael Hermann dari Research Project leader of the Andean roots and tubers dan Dr. Sri Widowati (peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor).

#5 Apa yang dimaksud dengan hiperglikimia?

  1. Melemahnya kadar gula dalam darah.
  2. Kandungan gula darah dalam tubuh.
  3. Kadar gula darah di dalam tubuh tinggi.
  4. Normalnya kadungan darah dalam tubuh.
  5. Tingginya tekanan darah dalam tubuh.

Jawaban : 3

Pembahasan

Hiperglikimia adalah kadar gula darah dalam tubuh.

#6 Apa kegunaan yakon untuk penderita diabetes?

  1. menaikan tekanan
  2. menurunkan kadar gula
  3. mengontrol degup jantung
  4. mengontrol tekanan darah
  5. mengontrol kadar gula darah

Jawaban : 5

Pembahasan

Hiperglikimia adalah kadar gula darah dalam tubuh.

2. Tes Aritmatika

Tes aritmetika menyuguhkan soal berkaitan dengan perhitungan sederhana berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan bulat, pecahan dan desimal, perpangkatan dan akar, persamaan dan pertidaksamaan, logaritma, eksponen, himpunan.

Tes ini membutuhkan ingatan Anda untuk membuka memori hitung menghitung yang sudah dipelajari sejak di bangku sekolah dasar. Latihan soal sebagai pendukung Anda untuk dapat sukses dalam tes ini.

Contoh Soal Psikotes Aritmatika

#1 202 + 27-72 = …

  1. 301
  2. 157
  3. 77
  4. 257
  5. 103

Jawaban : 2

Pembahasan :

Penyelesaian soal dilihat dari digit angka terakhir sebagai berikut:

202 + 27-72 = xx7 Dari pilihan jawaban yang tersedia, yang mempunyai digit angka belakang sama yaitu pilihan 157 (2) dan 257 (4). Jadi, 202 + 27-72 = 157.

#2 76 x 11 +11 = …

  1. 836
  2. 847
  3. 1672
  4. 825
  5. 957

Jawaban : 2

Pembahasan :

Perkalian lebih dahulu diselesaikan daripada penjumlahan. Sehingga:

76×11 =7 (7+ 6)6 = 7(13) 6 = (7 + 1) & 36 = 836

76 x 11 + 11 = 836 + 11 = 847

#3 25468 x 5 -2000 = …

  1. 125403
  2. 125340
  3. 125403
  4. 152340
  5. 152430

Jawaban : 2

Pembahasan :

Trik perkalian lima

4567844 x 5 = 4567844 : 2 = 2283922 Karena angkanya penuh, maka tambahkan 0 = 2283922

Coba : Tryout Soal Aritmatika

3. Tes Deret Bilangan

Tes deret bilangan merupakan salah satu bagian dari tes matematika atau tes numerik. Tes ini menyuguhkan angka atau huruf dengan variasi pola. Dalam penyelesaiannya, Anda diminta untuk menentukan hubungan-hubungan yang berlaku dari satu bilangan dengan bilangan lain. Kemudian Anda diminta untuk menentukan bilangan yang hilang dengan menggunakan pola yang sama pada deret tersebut.

Tes deret bilangan membutuhkan ketelitian atau kejelian. Untuk mencari pola atau hubungan bilangan, paling tidak Anda harus memperhatikan perubahan satu bilangan ke bilangan yang lain. Selanjutnya, perhatikan juga apakah perubahan operasi tersebut juga berlaku untuk semua bilangan. Pastikan bilangan yang ada memiliki pola bilangan yang sama. Paling tidak, Anda harus menemukan minimal dua pola sebelum atau sesudahnya agar pola bilangan bisa diselesaikan.

Contoh Soal Psikotes Deret Bilangan

#1 78 12 131718 ……

  1. 19 dan 23
  2. 20 dan 24
  3. 22 dan 23
  4. 23 dan 27
  5. 22 dan 26

Jawaban : 3

Pembahasan :

Pola yang berlaku adalah ditambah 1 dan ditambah 4 secara bergantian. Maka, setelah 18, pola selanjutnya ditambah 4 lalu ditambah 1, sehingga angka selanjutnya adalah 22 dan 23.

#2 2 5 11 20 32 …

  1. 46
  2. 48
  3. 51
  4. 49
  5. 47

Jawaban : 5

Pembahasan :

Pola yang berlaku adalah ditambah kelipatan 3 untuk selanjutnya. Melihat pola di atas yang polanya selalu bertambah 3 dari pola sebelumnya, maka setelah ditambah 12, angka setelahnya ditambah dengan 15. Jadi, 32 + 15 = 47

#3 6 4 2 0 -2 -4 …

  1. -6
  2. -5
  3. 6
  4. 4
  5. 5

Jawaban : 5

Pembahasan :

Pola yang berlaku adalah dibagi dengan 4. Dengan melihat pola yang ada, maka bilangan selanjutnya adalah: 0,0625 : 4 = 0,0015625

Coba : TryOut Soal Deret Bilangan

4. Tes Perbandingan dan Matematika Dasar

Tes perbandingan dan matematika dasar merupakan salah satu tes yang cukup memakan waktu. Jika pada tes matematika berpola, Anda lebih lama dalam mencari pola dalam soal, pada tes perbandingan dan matematika dasar, Anda membutuhkan waktu lebih untuk memahami cerita yang disuguhkan.

Tes perbandingan dan matematika dasar disajikan dalam soal cerita. Kunci utama yang harus Anda punya adalah penguasaan operasi matematika sederhana. Selebihnya adalah kelihaian Anda dalam menggunakan rumus-rumus matematika.

Contoh Soal Psikotes Perbandingan dan Matematika Dasar

#1 Berapa umur Claudia 12 tahun ke depan, jika 2 tahun yang lalu umur Claudia 22 tahun?

  1. 32 tahun
  2. 34 tahun
  3. 36 tahun
  4. 38 tahun
  5. 40 tahun

Jawaban : 3

Pembahasan :

2 tahun yang lalu umur Claudia 22 tahun. Umur Claudia sekarang = 22 + 2 = 24 tahun

Umur Claudia 12 tahun ke depan – 24 + 12 = 36 tahun.

#2 Berapa jumlah 24 bola merah, 33 bola biru dan 10 bola hijau?

  1. 66 bola
  2. 67 bola
  3. 68 bola
  4. 69 bola
  5. 70 bola

Jawaban : 2

Pembahasan :

Jumlah 24 bola merah, 33 bola biru dan 10 bola hijau = 24 + 33 + 10 = 67 bola.

#3 Dua buah dadu dilempar secara bersamaan. Berapa peluang munculnya mata dadu berjumlah 7?

  1. 1/6
  2. 2/6
  3. 1/3
  4. 2/3
  5. 3/6

Jawaban : 1

Pembahasan :

Peluang muncul angka 7 yaitu: 1+6, 2+5, 3+4. 4 + 3, 5+2, 6 + 1 Ruang sampel = 6 x 6 = 36 Peluang muncul angka 7 = 6 Jadi peluangnya = 6/36 = 1/6.

Coba : Tryout Soal Matematika Dasar

5. Tes Penalaran Logis

Tes penalaran logis merupakan tes yang bertujuan untuk mengetahui taraf atau tingkat berpikir seseorang. Tes ini mempunyai beberapa 7 kunci dalam penarikan kesimpulan. Masing masing kunci tersebut mempunyai kerangka yang berbeda. Pemecahan masalah pada tes penalaran logis yang pertama yaitu memahami kerangka soal. Kedua, penarikan kesimpulan untuk soal yang telah dianalisis kerangkanya tersebut.

Anda dapat dikatakan berhasil atau lolos pada tes penalaran apabila nilai Anda melampaui atau sama dengan standar minimal yang ditentukan.

Contoh Soal Psikotes Penalaran Logis

#1 Jika sakit maag maka Pak Surono minum obat.

Pak Surono sakit maag.

  1. Pak Surono sakit maag
  2. Pak Surono minum obat diare
  3. Pak Surono minum obat maag
  4. Pak Surono minum obat maag walaupun tidak sakit
  5. Pak Surono tidak minum obat maag

Jawaban : 3

Pembahasan :

Soal tersebut menerapkan penarikan kesimpulan dengan modus ponens. Jika sakit maag (p) maka Pak Surono minum obat (q). Pak Surono sakit maag (p). Premis 1 : p q

Premis 2 : p,  Kesimpulan : q. Jadi, kesimpulan yang tepat adalah Pak Surono minum obat maag.

#2 Jika kameranya rusak maka Dhea tidak dapat memotret lagi. Dhea dapat memotret lagi.

  1. Kamera Dhea rusak
  2. Dhea tidak dapat memotret lagi
  3. Dhea memotret terus
  4. Kamera Dhea tidak rusak
  5. Tidak ada kesimpulan yang tepat

Jawaban : 4

Pembahasan :

Soal tersebut menerapkan penarikan kesimpulan dengan modus tollens. Jika kameranya rusak (p) maka Dhea tidak dapat memotret lagi (q).

Dhea dapat memotret lagi f q).

Premis 1 : p q

Premis 2 : -q

Kesimpulan : -p

Jadi, kesimpulan yang tepat adalah

kamera Dhea tidak rusak.

#3 Jika BBM naik maka ongkos bis naik. Jika ongkos bis naik maka uang saku naik.

  1. Jika BBM naik maka uang saku tidak naik
  2. Jika BBm naik maka ongkos bis tidak mengalami kenaikan
  3. Jika BBM naik maka uang saku naik
  4. Jika uang saku naik maka BBM ikut naik
  5. Jika uang saku naik maka ongkos bis belum tentu mengalami kenaikan

Jawaban : 3

Pembahasan :

Soal tersebut menerapkan penarikan kesimpulan dengan metode silogisme. Jika BBM naik (p) maka ongkos bis naik (q). Jika ongkos bis naik (q) maka uang saku naik (r).

Premis 1 : p q

Premis 2 : q r

Kesimpulan : p r

Jadi, kesimpulan yang tepat adalah Jika BBM naik maka uang saku naik.

Psikotes online

Coba : Tes Penalaran logis Online

6. Tes Penalaran Analitis

Tes penalaran analitis merupakan tes yang mengukur kemampuan analisis seseorang. Kiat dalam menyelesaikan soal tes penalaran logika analitik yaitu mencari solusi terbaik agar masalah terpecahkan atau terselesaikan.

Pada tes ini, Anda akan disajikan beberapa soal cerita biasa atau soal cerita seperti teka-teki. Soal cerita tersebut sebaiknya Anda visualisasikan agar memperoleh pemecahan. Visual dari cerita tersebut dapat Anda gunakan untuk mencari jawaban yang sesuai.

Contoh Soal Psikotes Penalaran Analitis

#1 Dewi lebih gemuk dari Janet. Dewi lebih gemuk dari Selfi dan Elva. Kesimpulan yang tepat yaitu …

  1. Janet lebih gemuk dari Selfi
  2. Elva lebih kurus dari Janet
  3. Selfi dan Elva mempunyai badan yang sama gemuknya
  4. Dewi paling gemuk di antara semua
  5. Janet lebih gemuk dari Elva

Jawaban : 4

Pembahasan :

Dua pernyataan di atas menjelaskan bahwa Dewi lebih gemuk dari Janet, Selfi dan Elva maka dapat disimpulkan bahwa Dewi paling gemuk di antara semua.

#2 Morena mendapatkan nilai tinggi dalam pelajaran di kelas. Di samping mengikuti pelajaran di kelas, para siswa wajib mengikuti kegiatan praktikum.

  1. Morena mengikuti kegiatan praktikum
  2. Morena tidak mengikuti kegiatan praktikum.
  3. Morena hanya mengikuti pelajaran.
  4. Morena hanya mengikuti kegiatan praktikum.
  5. Morena tidak mengikuti pelajaran.

Jawaban : 1

Pembahasan :

Morena mendapatkan nilai tinggi dalam pelajaran di kelas. Di samping mengikuti pelajaran di kelas, para siswa wajib mengikuti kegiatan praktikum. Kesimpulan yang tepat untuk pernyataan di atas adalah Morena mengikuti kegiatan Praktikum.

#3 Dodi dan Reva suka membaca komik. Restu dan Dodi suka membaca buku trilogi. Yang suka membaca komik dan buku trilogy adalah …

  1. Dodi
  2. Restu dan Dodi
  3. Restu
  4. Reva
  5. Reva dan Dodi

Jawaban : 1

Pembahasan :

Dodi dan Reva suka membaca komik. Restu dan Dodi suka membaca buku trilogi. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa Dodi suka membaca komik dan buku trilogi.

Coba : Simulasi Penalaran Analitis

7. Tes Kemampuan Visual Spasial

Tes kamampuan visual-spasial sering juga disebut tes gambar. Sebab, tes ini kebanyakan berupa gambar yang disusun tertentu sesuai jenis tes yang bersangkutan. Tes ini terdiri atas beberapa macam, yaitu tes perbedaan gambar, tes pencerminan, tes persepsi gambar, tes irama gambar, tes jaring jaring, dan lainnya. Masing-masing tes memiliki tujuan dan fungsi masing-masing dalam mengukur kepribadian peserta tes. Namun, pada buku ini kami sungguhkan beberapa macam tes gambar yang sering dikeluarkan.

Meskipun tidak semua jenis tes psikologi menggunakan tes gambar. Namun, tidak ada salahnya kita sertakan tes ini untuk melatih kemampuan Anda dalam memahami berbagai jenis tes gambar yang sering dikeluarkan. Pada tes gambar, dibutuhkan kemampuan berpikir cepat dan tepat, baik tentang ketelitian, kecermatan, dan tingkat kefokusan Anda. Sebab, pada tes gambar Anda tidak diminta untuk menghitung atau menggambar tetapi diminta untuk mencari gambar yang berbeda, baik polanya, maupun strukturnya. Untuk itu, dibutuhkan fokus yang tinggi agar bisa mengerjakan tes ini. Berikut beberapa latihannya.

Contoh Soal Psikotes Perbedaan Gambar

Contoh Soal Psikotes 2

Jawaban : B

Pembahasan :

Semua gambar memiliki pola yang sama dan memiliki 5 persegi putih di dalam, kecuali gambar 2. Jadi, jawaban yang benar adalah B

Contoh Soal Psikotes Pencerminan

Contoh Soal Psikotes 3

Jawaban : B

Pembahaasan :

Hasil pencerminan gambar di atas adalah gambar persegi dengan sudut kiri bawah berwarna hitam , garis diagonal dari sudut kanan atas ke sisi hitam dan belok ke kiri atas, dan garis vertikal dari sisi bawah. Gambar tersebut ditunjukkan oleh gambar 2. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah B.

Contoh Soal Psikotes Persepsi Gambar

Contoh Soal Psikotes 4

Jawaban : D

Pembahasan :

Potongan gambar yang tepat untuk melengkapi gambar di atas adalah potongan dengan motif ujung mata panah berwarna hitam dan dua garis lurus yang saling memotong. Gambar yang dimaksud adalah gambar 4. Jadi jawaban yang benar adalah D

Contoh Soal Psikotes Irama Gambar

Contoh Soal Psikotes 5

Jawaban : E

Pembahasan :

Gambar yang tepat untuk melengkapi rangkaian gambar di atas adalah gambar dengan motif segitiga hitam besar di bagian bawah. Gambar tersebut ditunjukkan oleh gambar 5. Jadi jawaban yang benar adalah E

Contoh Soal Psikotes Jaring-Jaring Gambar

Contoh Soal Psikotes 6

Jawaban : B

Pembahasan :

Bangun ruang yang tepat dari jaring-jaring di atas adalah prisma dengan dua sisi  depan bermotif segitiga menghadap ke kiri dan sisi atas bermotif garis vertikal. Bangun tersebut ditunjukkan oleh gambar 2. Jadi jawaban yang benar adalah B

Coba : TryOut Kemampuan Bangun Ruang

8. Tes Pauli

Bila dirunut dari sejarahnya, Tes Pauli sebenarnya merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari tes Kraepelin yang disusun oleh Emil Kraepelin. Adapun disebut dengan tes koran, karena biasanya soal yang diberikan berupa lembaran mirip koran (dobel folio).Tes ini bertujuan untuk melihat hasil kerja yang dipengaruhi oleh daya tahan, ketekunan, kemauan atau kehendak individu, emosional, dan ketelitian. Hal-hal ini sangat memengaruhi prestasi yang dicapai seorang individu.

Cara mengerjakan tes ini adalah sebagai berikut:

Contoh Soal Psikotes 7

Keterangan : Saat akan mengerjakan dengarkan baik- baik arahan dari pengawas ujian, apakah hanya digit terakhir saja yang ditulis atau dua digit yang ditulis. Pada contoh di atas, angka yang dicetak abu-abu adalah jawaban penjumlahan dari dua bilangan yang berdekatan (yang di atas dan di bawahnya) dan hanya ditulis digit terakhirnya. Misalkan: 8 + 4 = 12, maka cukup ditulis 2 (digit terakhirnya saja); 4 + 5 = 9, maka tulis 9, dan seterusnya.

Ketentuan umum dalam Tes Pauli biasanya sebagai berikut:

  • Penjumlahan dua angka berdekatan terus-menerus dari atas ke bawah.
  • Yang ditulis angka satuan.
  • Pada waktu-waktu tertentu dibubuhkan tanda coret di bawah hasil penjumlahan.
  • Kalau salah dibetulkan dengan cara mencoret angka/hasil yang salah, lalu menulis angka yang benar di samping angka yang salah.
  • Kalau satu lajur terlewat, tidak perlu dihiraukan, lanjutkan pada lajur berikutnya, alasannya agar tidak mengacaukan pencatatan.

Sebelum Anda mengerjakan, biasanya pengawas akan memberi tahu Anda perihal teknis pengerjaan. Cermati dan kerjakan sesuai dengan arahan pengawas tes. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan tes Pauli ini adalah 60 menit dengan kurun waktu per tiga menit. Jadi, semuanya ada 20 kurun waktu. Dalam tes ini sebenarnya tugas Anda sangat sederhana, yaitu menjumlahkan deretan angka-angka. Namun yang menjadi masalah adalah jumlah deretan angka yang diberikan sangat banyak. Karena saking banyaknya, maka memerlukan konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi, dan daya tahan yang prima. Semakin banyak kesalahan yang Anda buat, menunjukkan Anda orang yang tidak teliti, tidak cermat, tidak hati-hati, dan kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stres atau tekanan pekerjaan. Dan jika lama-kelamaan yang bisa Anda kerjakan makin menurun, artinya daya tahan Anda dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan kurang begitu baik. Idealnya, soal dikerjakan sebanyak mungkin, minim kesalahan, dan tentunya dengan konsistensi yang terjaga.

Saran dalam tes ini adalah:

  1. Konsentrasi pada lembar jawaban Anda sendiri. Jangan terpengaruh dengan peserta ujian yang lain, walaupun mereka kelihatan telah mengerjakan dengan sangat cepat, belum tentu mereka lebih teliti. Tes ini sangat menguras energi, usahakan untuk tidak blank dalam mengerjakan tes ini.
  1. Cermat dan teliti. Ketergesa-gesaan hanya akan merugikan Anda. Sekilas Anda bisa menyelesaikan banyak soal, tapi ketergesa-gesaan akan membuat jawaban kita banyak salah. Juga jangan terus mengerjakan kolom yang sudah habis waktunya karena akan menghabiskan waktu yang disediakan untuk kolom berikutnya dan pasti akan memberikan hasil yang jelek di kolom berikutnya.
  1. Jaga konsistensi. Buatlah dan pertahankan ritme pengerjaan. Usahakan jumlah angka yang terjawab di masing-masing kolom stabil. Jangan memaksakan diri untuk menjawab di kolom-kolom awal sehingga kewalahan di pertengahan hingga akhir kolom sehingga terbentuk kurva yang zig-zag atau menurun. Kendalikan diri dengan patokan penjumlahan sesuai dengan kemampuan Anda. Anda tidak perlu menyelesaikan semua penjumlahan sampai ujung atas untuk masing-masing kolom. Usahakan mematok lebih dari 12 perhitungan dan tetap stabil untuk setiap kolomnya.
  1. Kunci tes ini adalah dengan banyak latihan.

9. Tes Wartegg

Tes Wartegg adalah tes melengkapi gambar yang dikembangkan pada tahun 1920-1930 oleh Ehrig Wartegg, seorang psikolog keturunan Austro Jerman. Tes Wartegg adalah sebuah tes proyeksi sederhana yang digambarkan pada setengah kertas ukuran A4 dengan delapan buah kotak yang dibatasi garis tebal. Dalam setiap kotak terdapat rangsang-rangsang tertentu yang masing-masing kotaknya akan memberikan kesan spesifik yang berbeda-beda dan tentu saja reaksi yang berbeda pula sesuai dengan kepribadian Anda. Pada tes ini, Anda diminta untuk menggambar, dengan cara meneruskan rangsang yang ada pada tiap kotak agar dapat menjadi gambar yang bermakna.

Tes ini agak sedikit berbeda dengan tes-tes gambar yang lain. Pada tes ini, Anda diminta melengkapi gambar berdasarkan petunjuk yang diberikan dalam setiap kotak. Karena itu, Anda diminta tidak spontan menggambar karena ada stimulus yang harus diikuti.

Contoh Soal Psikotes 8

Ada delapan petunjuk yang terdapat dalam Tes Wartegg.

  1. Petunjuk 1 adalah titik.
  2. Petunjuk 2 adalah garis kecil bergelombang.
  3. Petunjuk 3 adalah tiga garis vertikal yang naik secara teratur.
  4. Petunjuk 4 adalah segi empat kecil.
  5. Petunjuk 5 adalah dua garis miring berhadapan.
  6. Petunjuk 6 adalah garis-garis horizontal dan vertikal.
  7. Petunjuk 7 adalah titik-titik membentuk setengah lingkaran.
  8. Petunjuk 8 adalah garis lengkung besar.
  • Petunjuk Penyelesaian Contoh Soal Psikotes Tes Warteg
  1. Pada kertas ini Anda melihat delapan buah kotak. Setiap kotak berisi satu tanda kecil. Tanda-tanda tersebut tidak memiliki arti khusus, hanya bagian dari gambar yang harus Anda lengkapi dalam setiap kotak.
  2. Anda boleh menggambar apa saja yang Anda inginkan. Anda juga boleh memulai dari mana saja yang Anda sukai. Anda tidak perlu mengikuti urutan sesuai susunan delapan kotak tersebut. Namun, Anda harus memberi nomor untuk setiap gambar sesuai dengan urutan ketika menggambar.
  3. Anda diizinkan bekerja selama kurang lebih 30 menit. Saat bekerja, Anda boleh menggunakan penghapus, tetapi jangan memutar posisi kertas Anda. Tetaplah bekerja dalam posisi kertas yang sama seperti saat Anda memulainya.

Setelah selesai melengkapi gambar di seluruh kotak, ada petunjuk lanjutan, yaitu sebagai berikut.

  1. Anda harus memberi judul untuk masing-masing gambar yang telah dibuat di bagian bawah kertas yang kosong.
  2. Gambar manakah yang Anda sukai? Beri tanda plus (+) di belakang judul.
  3. Gambar mana yang tidak Anda sukai? Beri tanda kurang (-) di belakang judul.
  4. Gambar mana yang menurut Anda paling mudah? Beri tanda huruf M di belakang judul.
  5. Gambar manakah yang menurut Anda paling sulit? Beri tanda S di belakang judul.

10. Tes Menggambar Orang (Draw A Person)

Tes interpretasi terhadap gambar orang bertujuan untuk menunjukkan kepribadian seseorang atas gambar yang dibuat. Bentuk kepala, dahi, mata, hidung, bibir, dan seterusnya yang digambar subjek mencerminkan kepribadian yang berbeda satu sama lain.

Interpretasi psikolog terhadap profil wajah yang digambar tersebut tidak serta-merta membuka rahasia kepribadian seseorang dan juga tidak bermaksud menggiringnya untuk menggambar sesuai yang diinginkan perusahaan demi mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Biasanya saat diminta menggambar, seseorang akan menggambar berdasarkan nalurinya, tanpa direkayasa.

Agar hasilnya memuaskan, sebaiknya profil yang digambar harus utuh dari ujung kepala sampai ujung kaki. Muka, mata, hidung, telinga, dan mulut tampak detail. Selain itu, gambar harus jelas karakteristiknya, seperti jenis kelamin, usia, dan profesinya. Tak perlu menggambar profil yang rumit, tetapi cukup gambar sederhana namun detail.

Tips dan Trik Contoh Soal Psikotes Menggambar Orang

Beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan saat mengerjakan tes Draw A Person (DAP).

  1. Gambarlah dengan detail dan utuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.
  2. Gambarlah orang yang sedang beraktivitas.
  3. Gambarlah dengan detail, misalnya terlihat jenis kelamin, usia, dan profesinya. Sebaiknya sesuai dengan jenis kelamin Anda sebagai peserta tes.
  4. Gambar tangan jangan disembunyikan agar profil Anda terbaca sebagai sosok yang terbuka pada hal-hal baru dan supel dalam bergaul.
  5. Gunakan pensil HB dan usahakan guratan cukup sekali saja.
  6. Gunakan waktu seefektif mungkin

11. Tes Menggambar Pohon

Tes ini dikenal juga dengan istilah Baum Test. Baum Test atau Tree Test diperkenalkan pertama kali oleh Emil Jucker. Mulanya tes ini digunakan untuk pemilihan jurusan di sekolah, lalu dikembangkan oleh Charles Koch.

Pemilihan pohon sebagai media tes, menurut Jucker, adalah karena pohon selalu tumbuh dan berkembang. Hasil penelitian budaya menunjukkan bahwa pohon memiliki makna penting bagi manusia. Selain itu, pohon dianggap mewakili manusia.

Dalam tes ini, Anda diminta menggambar sebuah pohon yang biasanya memiliki kambium atau berkayu. Peserta diingatkan agar tidak menggambar pohon tanpa kambium, misalnya pohon kelapa atau pohon pisang. Biasanya Anda akan diberi kertas kosong untuk menggambar, kemudian diminta memberi nama pohon tersebut.

Aspek-aspek Penilaian

Ukuran gambar

Dari ukuran gambar, penilaian kepribadian seseorang dapat diketahui. Ada orang yang lebih suka menggambar pohon berukuran besar. Sebaliknya, ada juga orang yang senang menggambar pohon berukuran kecil.

Posisi gambar

Posisi atau letak gambar menggambarkan kepribadian seseorang. Ada yang menggambar pohon cenderung di sebelah kiri kertas, sebelah kanan kertas, bagian atas atau bagian bawah kertas.

Cara menggambar

Cara menggambar memengaruhi kepribadian seseorang. Ada yang menggambar dengan goresan tebal. Ada pula yang menggambar dengan goresan tipis. Selain itu, dijumpai gambar dengan garis-garis lurus, garis berlekuk-lekuk, garis terputus-putus, gambar penuh coretan, dan sebagainya.

Detail setiap bagian pohon :

Akar         :  Bagian-bagian akar yang digambar, seperti akar tertutup, akar terbuka, akar masuk ke dalam tanah, akar menggantung, dan sebagainya.

Batang    : Bentuk-bentuk batang yang digambar, misalnya batang berbentuk kerucut atau segi empat, batang menonjol, dan seterusnya.

Dahan     : Bagian-bagian dahan, seperti bentuk lurus, terputus-putus, berlekuk, dan sebagainya.

Daun       : Bentuk-bentuk daun, seperti bola, kipas, payung, menyirip, menjari, dan lain-lain.

Tips dan Trik

  1. Sebelum mengerjakan tes, berdoalah agar rileks dan tenang saat mengerjakan tes. Rileks dan tenang sangat bermanfaat karena menciptakan kondisi fisik dan mental yang optimal.
  2. Gunakan waktu 10-15 menit. Biasakan diri dengan banyak berlatih menggambar pohon sebelumnya.
  3. Gambarlah pohon dengan proporsional, yaitu bagian-bagian pohon digambar dalam ukuran yang seimbang dan wajar.
  4. Gambarlah pohon dengan bagian-bagian yang lengkap, mulai dari akar, batang, dahan, hingga daun. Lebih bagus lagi jika ditambah buah dan bunga di dalamnya.
  5. Gambar pohon sedetail mungkin. Semakin detail gambar Anda, semakin tinggi tingkat kecerdasan, kedewasaan, dan kematangan pikiran Anda.

12. Tes Menggambar Rumah Pohon Orang (House Tree Person)

HTP Test merupakan tes psikologi yang menghendaki peserta tes untuk menggambar sebuah rumah tanpa syarat. Rumah yang digambar tersebut menunjukkan kepribadian peserta tes yang dapat dilihat dari gambar peserta tes tentang lingkungan rumahnya.

Rumah mengilustrasikan kehidupan sosial, bagian dari kenyamanan, dan sebagai tempat melepas lelah. Selain itu, rumah dapat merefleksikan pengalaman masa lalu dan aspirasinya terhadap keluarga. Oleh karena itu, rumah bisa menggambarkan kepribadian orang yang menggambarnya. Dalam tes ini, peserta diberi kebebasan menggambar rumah yang diinginkan. Ketika menggambar rumah yang berjendela atau berpintu, sebaiknya pintu atau jendela digambar dalam keadaan terbuka.

Aspek-aspek Penilaian

Ukuran rumah

Kepribadian seseorang dapat diketahui dari ukuran rumah yang digambarnya. Menggambar rumah besar atau rumah kecil tentu beda penilaiannya.

Kualitas rumah

Kepribadian seseorang juga dapat dibedakan dari kualitas gambar rumah. Apakah yang digambar adalah rumah jelek, bagus, sederhana, minimalis, atau mewah akan menjadi bahan pertimbangan penilaian.

Pintu

Tampilan pintu rumah dapat menggambarkan kepribadian seseorang. Melalui pintu yang digambarkan terbuka atau tertutup, sifat dan karakter subjek akan terungkap.

Jendela

Rumah digambar dengan jendela atau tanpa jendela akan menyiratkan relasi sosial subjek.

Pagar

Kepribadian seseorang dapat tergambar melalui caranya menyajikan pagar. Apakah rumah itu berpagar atau tidak, atau apakah pagarnya digambarkan tertutup, atau terbuka.

Tips dan Trik

Agar tes menggambar rumah berhasil baik, berikut tips dan trik yang bisa diikuti.

  1. Gambarlah rumah selengkap mungkin dengan bagian-bagian, seperti atap, jendela, dan pintu.
  2. Gambar rumah dengan ukuran dan bentuk yang proporsional di kertas, tidak terlalu kecil atau terlalu besar.
  3. Hindari coretan atau bekas hapusan yang membuat gambar menjadi kotor. Garis tegas dan tidak terputus-putus akan lebih baik.

13. Tes Kepribadian EPPS

Edward’s Personal Preference Schedule atau biasa dikenal tes EPPS adalah sebuah tes dimana peserta akan diminta memilih dua kondisi. Seringkali kedua kondisi ini tidak ada yang Anda sukai tetapi tetap harus memilih.

Tips dan cara mengerjakan soal epps

Sebelum mengerjakan soal epps, nanti Anda akan diminta oleh panitia penyelenggara psikotes Anda untuk memilih salah satu kecenderungan yang menurut Anda ada pada diri Anda. Jika jawaban Anda adalah pernyataan yang pertama Anda diminta melingkari huruf A dan jika Anda memilih jawaban terhadap pernyataan yang kedua, Anda diminta melingkari huruf B. Saran saya dalam menjawab pertanyaan soal epps ini kepada Anda adalah jawablah pertanyaan yang sesuai atau mendekati sifat apa yang dibutuhkan atas pekerjaan atau posisi yang Anda duduki setelah Anda lulus psikotes dan diterima kerja nantinya. Jangan menjawab di luar dari itu, walau Anda memiliki loyalitas tehadap teman namun disini Anda tidak diminta untuk itu, melainkan keprofesionalan Anda saat berkerja.

Contoh Soal Psikotes Tes Kepribadian EPPS

#1

  1. Saya suka belajar dan menganalisis perilaku orang orang di sekitar saya
  2. Saya kadangkala suka melakukan sesuatu yang dianggap orang lain tidak sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.

#2

  1. Saya ingin teman-teman saya merasa kasihan ketika saya sakit
  2. Saya suka mengelakkan keadaan-keadaan dimana saya diharapkan untuk bertindak wajar selayaknya orang lain/ konvensional

#3

  1. Saya ingin mengawasi dan mengarahkan tindakan teman-teman saya
  2. Saya suka mengelakkan keadaan-keadaan dimana saya diharapkan untuk bertindak wajar selayaknya orang lain/ konvensional.

Psikotes online

Penutup

Secara umum, jenis-jenis soal psikotes sudah banyak diketahui oleh masyarakat di Indonesia. Dengan demikian, yang menjadikan soal-soal psikotes terkadang terasa sulit dikerjakan adalah variasi soal yang keluar dan tingkat kesulitan soal. Dengan berlatih secara rutin, Anda dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai macam variasi soal, dengan berbagai macam tingkat kesulitan soal yang bervariasi.

Open chat
1
Hai, psikotez.com, saya mau tanya ....