Pertanyaan yang sama dengan judul di atas berkali-kali tim Psikotez.com terima dari user. Begitu juga pertanyaan, “Mana nih pembahasannya ?”.

Karena itulah kami merasa perlu memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh user.

Berawal dari realitas saat ini begitu banyaknya lulusan dari sekolah ataupun perguruan tinggi di Indonesia yang belum belum memiliki karier sesuai dengan harapan mereka. Dari sekian banyak penyebab, kami mengambil salah satu sebab yang menurut kami paling penting, yakni, Job Seeker kurang siap berkompetisi. Seleksi kerja tidak hanya melihat IPK dan kampusnya dari mana, namun harus melalui berbagai tahap. Secara garis besar sbb :

  1. Seleksi Administrasi
  2. Psikotes
  3. Wawancara
  4. Medical Tes

Untuk saat ini kita hanya akan membahas tentang psikotes. Psikotes merupakan salah satu tahap yang harus dilalui oleh sebagian besar pencari kerja, khususnya untuk first job. Disini para pencari kerja akan diuji dengan berbagai macam tes, mulai dari verbal, numerik, penalaran, gambar, kepribadian dll.

Tes Verbal, numerik, penalaran, gambar biasanya dilaksanakan secara tertulis. Soalnyapun mirip-mirip dengan soal yang banyak dijual di toko buku. Kelihatannya sepele, pencari kerja tinggal beli beberapa buku psikotes lalu dihapalin di rumah sambil main handphone. Namun yang terjadi sering berbeda jauh dengan teorinya. Para Job Seeker yang kami bilang tadi belum siap berkompetisi, mereka mampu membeli banyak buku, download aplikasi psikotes dan jawabannya di Google PlayStore, namun ternyata mereka tetap saja gagal di psikotes. Kenapa, karena mereka belum mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Seleksi kerja yang tekanan dan tingkat kesulitannya jauh di atas seleksi masuk kampus, masih saja dihadapi dengan untung-untungan. Tentu saja tidak bisa seperti itu kawan.

Di luar sana, banyak teori yang berkembang, bahwa jika gagal psikotes bukan berarti kamu bodoh, tapi bisa jadi karena memang tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dan kamipun setuju, dengan syarat bahwa anggapan itu untuk tahap  psikotes lanjutan dan bukan gagal untuk tes verbal, numerik, ataupun penalaran yang biasanya sebagai tes paling awal. Jika gagal di numerik, penalaran, gambar, dll kami menyimpulkan bahwa kegagalan bukan karena masalah cocok tidak cocoknya, namun karena sang job seeker tidak bisa mengerjakan sehingga nilainya di bawah ambang batas. Ya jelas bakalan langsung dicoret dan distop untuk lanjut ke tahap berikutnya.

Buku psikotes setumpuk, aplikasi psikotes sudah banyak terinstal di gadgetmu, namun kok ya tetap gagal juga. Jawaban utamanya adalah, bahwa job seeker tidak siap pada saat tes karena selama ini lebih sering membolak balik buku psikotes dan menghafalkan jawaban serta pembahasan tanpa pernah diuji sejauh mana kualitas belajarnya. Apakah benar-benar sudah siap, ataukah masih setengah-setengah. Anak sekolah  saja ada ujian setiap semester untuk mengevaluasi, sementara jika job seeker tidak melakukan evaluasi atau simulasi , dia tidak akan pernah tau result dari proses belajarnya.

Untuk itulah Psikotez.com menghadirkan menu PsikoSimulasi sebagai sarana simulasi psikotes, CPNS, Tes Potensi Akademik (TPA) dalam bentuk web application, bukan untuk memberikan jawaban dan pembahasan atas jawaban ngawur yang biasa job seeker lakukan di aplikasi android atau IOS. Ya, simulasi yang kami desain gadget friendly , agar bisa “nyambung” dengan HP kesayanganmu. Di PsikoSimulasi kamu bisa berlatih puluhan, ratusan bahkan ribuan kali untuk menaklukkan simulasi 18 jenis kategori soal. Bisa kamu pilih dari yang menurutmu paling susah ke yang paling mudah atau sebaliknya. Kamu akan menerima feedback 10 hasil terakhir dari setiap-tiap simulasi.

Sebagai penutup, silahkan tetap belajar dengan sangat serius darimanapun entah itu dari buku psikotes, Ebook, Aplikasi Android dan IOS, lalu uji kesiapanmu di psikotez.com. Apakah success rate rata-ratamu sudah di atas 70% ataukah baru 10 s.d 15% saja? Tentukan sekarang.

Best regards,

Psikotez.com

1
Hai, apakah ada yang bisa kami bantu ?
Powered by