Dalam konteks pekerjaan, salah satu fungsi psikotes kerja adalah sebagai tahapan seleksi calon pegawai atau karyawan. Psikotes kerja digunakan untuk memilih orang terbaik dari sekian banyak calon sesuai dengan analisis jabatan pada perusahaan yang bersangkutan. Terhadap pekerjaan-pekerjaan tertentu, diperlukan kemampuan berpikir konseptual, analitis atau berpikir logis. Biasanya hasil tes terhadap kemampuan ini menjadi kontribusi terhadap prediksi kesuksesan dalam menjalani tugas-tugasnya kelak. Berikut ini adalah bentuk psikotes kerja dan tips mengerjakannya agar kamu bisa sukses menghadapi psikotes kerja ini.

Psikotes Online 6

1. Tes Logika Aritmatika

 

Tes Logika Aritmatika biasa juga disebut sebagai test deret angka,
Setiap deret angka mempunyai pola yang telah disusun sedemikian rupa. Apakah itu berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase dan pecahan angka. Nah yang perlu kamu pahami bahwa setiap mengerjakan soal dengan bentuk seperti ini adalah jangan terpaku pada 3-4 angka terdepan dalam deret saja, terkadang kamu harus melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan, maupun pengelompokan loncat.

Tips untuk mahir dalam soal psikotest ( deret angka) adalah sering berlatih dan mencoba mengerjakan soal dengan pola tertentu sesering mungkin.

2. Tes Analogi Verbal

 

Untuk menguji kemampuan seseorang mengolah bahasa, tes TPA verbal umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu Analogi, Sinonim, Antonim. Tips untuk sukses melewati tes ini kamu harus sering berlatih, karena practice makes perfect .  Latihan, latihan dan latihan. Terkadang banyak soal-soal yang pernah kamu kerjakan itu muncul lagi ke dalam soal psikotes kerja yang sebenarnya. Untuk memperbaiki perbendaharaan kata agar siap menghadapi tes verbal nanti, ada saran untuk membaca Kamus Besar Bahasa Indonesia.

3. Tes Logika Penalaran

 

Untuk soal logika penalaran dalam psikotes kerja, seringkali terdiri dari penalaran geometris, penalaran aritmatika, dan juga penalaran penarikan kesimpulan. Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam melakukan prediksi, berdasarkan pola maupun kecenderungan yang ada. Sepintas memang terlihat mudah karena peserta hanya perlu memilih gambar atau pola selanjutnya ,namun, ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Kamu harus berhati-hati dalam melihat gambar, bentuk maupun warnanya.

Tips dalam mengerjakan tes logika penalaran ini adalah, perhatikan dengan teliti bagaimana pola pada soal yang dikerjakan. Bila kamu tak juga menemukan jawabannya, maka sebaiknya langsung melompat ke soal berikutnya karena belum tentu akan lebih sulit. Ingatlah pada waktu karena kesempatan yang diberikan tidak banyak.

4. Tes Pauli / Kraepelin / Tes Koran

 

Untuk mengerjakan tes ini kamu hanya diminta untuk melakukan perhitungan sederhana, yaitu dengan menjumlahkan deretan angka-angka. Namun deretan angka yang dihitung sangat banyak sekali seperti lembaran koran. Karena itulah tes ini sering disebut dengan tes koran. Dalam mengerjakan test ini peserta membutuhkan konsentrasi, ketelitian, stabilitas emosi, dan daya tahan yang prima. Hasil tes Kraepelin akan menginterpretasikan empat hal, yaitu faktor kecepatan (speed factor), faktor ketelitian (accuracy factor), faktor keajegan (rithme factor), dan faktor ketahanan (ausdeur factor).

Tips dalam mengerjakan tes ini adalah persiapkan fisik kamu dengan prima, karena kamu harus berhitung dengan cepat dan tepat dan dikejar waktu. Kamu harus benar-benar teliti dalam menjumlahkan angka dengan benar dan stabil pada masing-masing kolom. karena semakin banyak anda melakukan kesalahan, maka ini dapat menunjukkan bahwa kamu orang yang tidak teliti, tidak cermat, kurang hati-hati, serta kurang memiliki daya tahan yang cukup terhadap stress atau tekanan pekerjaan.

5. Tes Menggambar Orang (Draw A Person)

 

Dalam tes psikotes gambar orang ini, peserta tes psikotes, diharuskan untuk menggambar seseorang yang kemudian mendeskripsikan orang tersebut, seperti usia, jenis kelamin, dan aktifitas orang tersebut. Tes psikotes gambar orang ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan diri, dan ketahanan kerja calon karyawan. Agar bisa menyelesaikan tes ini dengan baik, sebaiknya kamu menggambar orang secara utuh, detil serta orang itu dalam keadaan sedang melakukan suatu aktifitas tertentu. Misalnya guru mengajar di kelas, atau pegawai sedang bekerja di kantor.

 

6. Tes Wartegg

 

Tes wartegg ini nantinya kan menggunakan 8 gambar dengan metode proyektif pada setiap gambar untuk bisa dilengkapi oleh seseorang yang mengikuti tes tersebut. Pada setiap gambarnya pun telah diberikan berbagai macam bentuk garis untuk bisa dilengkapi oleh peserta tes. Tujuan dari tes wartegg ini adalah untuk bisa melihat kepribadian seseorang yang mencakup tentang pemngambilan keputusan, memanage organisasi, klinis, dan kepribadian lainnya.

Agar bisa sukses mengerjakan tes ini, mulailah menggambar dari yang dianggap paling mudah. Strategi ini bisa membantu kamu untuk bisa mengerjakan tes dengan tepat waktu. Jangan sampai kamu terlalu terpaku pada satu kotak yang dirasa sulit. Tetapi, jika Anda laki-laki sejati sebaiknya jangan mulai dari kotak nomor 5 karena hasilnya berkaitan dengan orientasi seks seseorang.

  

7. Tes Menggambar Pohon

  

Pada tes ini, gambar pohon digunakan untuk mengetahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja seseorang. Agar bisa menyelesaikan tes dengan bagus, disarankan untuk menggambar pohon dengan sempurna artinya bukan harus bagus, melainkan gambarkan semua elemen yang ada pada pohon tersebut. Mulai dari dahan, batang, ranting, daun, akar, serta buah seperti halnya pohon nangka, mangga, jambu atau lainnya.

Bila kamu tidak bisa menggambar pohon, jangan khawatir karena yang dinilai bukan pandai tidaknya anda menggambar, melainkan besar-kecil gambar, tarikan garis (tegas atau tidak atau patah-patah), letak gambar (kanan-kiri, atas-bawah, atau center). Biasanya Penguji juga bertanya yang digambar itu pohon apa karena tiap-tiap gambar ada artinya.

  

8. Tes Army Alpha Intelegence

 

Tes Army Alpha Intelegence adalah tes yang terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

Tipsnya adalah konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Kamu harus bersabar, jangan terburu-buru menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.

 

9. Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

 

Tes ini adalah tes yang meminta peserta tes psikotes kerja untuk memilih kecenderungan (yang kamu sukai) di antara 2 pernyataan. Walaupun kedua pernyataan tersebut tidak ada yang kamu sukai, kamu tetap harus memilih salah satu yang mendekati . Tujuan tes ini untuk mengukur kepribadian orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya. Agar hasilnya bagus, kamu harus jujur pada apa yang kamu pilih dan berusaha konsisten di pertanyaan-pertanyaan berikutnya.

Baca Juga : Tahapan Seleksi Kerja

1
Hai, apakah ada yang bisa kami bantu ?
Powered by